Pada literatur fase perkembangan nematoda Meloidogyne spp. dimulai dari fase telur menjadi empat tahap remaja (J1-J4) dan tahap dewasa. Telur dihasilkan setelah terjadi perkawinan (mating) atau secara phartenogenetik (tanpa perkawinan). Telur dibentuk sebagai satu sel menjadi dua sel, empat sel dan delapan tahap recognisable. Selanjut sel divisi mengarah ke tahap berudu, kemudian mengalami pemanjangan sebagai tahap muda pertama, lebih kurang empat kali panjang telur (Stadia juvenile-1). Pada stadia juvenil-1 nematoda masih berada dalam telur. Setiap pergantian stadia diakhiri dengan pergantian kulit. Kulit telur mengalami tiga lapisan, dengan vitelline lapisan paling luar, chitinous lapisan lipid dan lapisan paling dalam. Penetasan telur diawali oleh peristiwa-peristiwa perubahan perubahan dalam tipis permeabilitas, penggarisan mungkin melibatkan fisik atau proses enzimatis pada tanaman parasit nematoda (Niblack dan Norton, 1991). Dalam sebuah massa telur atau kista, tidak semua telur akan menetas sesuai kondisi optimal yang diperlukan dan menyisakan beberapa telur untuk menetas kemudian hari.amonium ion-ion telah ditunjukkan untuk mencegah penetasan dan untuk mengurangi tanaman-penetrasi kemampuan M. incognita juveniles yang mengeram (Sudirnan dan Webster, 1995).

Meloidogyne muda dari penetasan telur sebagai ulat tahap kedua juveniles     (J2). Setelah menetas juveniles memiliki tahap hidup bebas yang singkat di dalam tanah. Mereka dapat bermigrasi di dalam tanah untuk menemukan akar tanaman baru sebagai tempat tinggal mereka. J2 tidak makan selama tahap hidup bebas, namun menggunakan lipids yang disimpan di usus (Eisenback dan Triantaphyllou, 1991). Tahap kedua juveniles menyerang daerah pemanjangan akar dan bermigrasi di kar sampai mereka menjadi tak berpindah-pindah. Jueniles pertama makanan dari sel raksasa sekitar 24 jam setelah menjadi tak berpindah-pindah. Setelah lebih lanjut J2 makanan yang mengalami perubahan morfologi dan menjadi agak gemuk (stadia juvenile-3). Tanpa bulu atau kulit mereka makan tiga kali dan akhirnya menjadi dewasa. Meloidogyne dewasa akan mulai memarasit lagi dan mengembangkan sistem reproduksi (Eisenbach dan Trriantaphyllow, 1991). Tubuh betina mengalami pembengkakan agak bulat (seperti kantung telur) karena dalam tubuhnya akan keluar 24-100 ekor larva tiap hari. Larva jantan sedikit demi sedikit juga menjadi gemuk, tetapi pembengkakan hanya terjadi sampai mencapai bentuk botol; dari dalm larva berbentuk botol ini pada pergantian kulit yang terakhir keluarlah nematoda jantan yang berbentuk nematoda biasa. Nematoda jantan tersebut panjangnya 1,2-1,9 mm, stilet berkembang baik, spikula berpasangan dan terdapat di dekat ujung posterior badan. Seperti gambar di samping yaitu Meloidogyne jantan yang masih bergelung dalam j4 kulit.

Stadia fase perkembangan Meloidogyne pada pengamatan sama dengan literatur mulai dari fase telur sampai tahap dewasa. Namun pada pengamatan tidak ditemukan nematoda jantan dewasa, hal ini dikarenakan nematoda jantan biasanya keluar dari akar, lalu hidup di dalam tanah dan membuahi betina yang tinggal di bagian kulit akar. Jangka waktu minimum yang diperlukan untuk satu daur hidup Meloidogyne spp. memerlukan waktu 18-21 hari.

Comments are closed.