Ordo Lepidoptera

Kata lepidoptera berasal dari bahasa Yunani, yaitu lepidos (sisik) dan ptera (sayap). Jadi, artinya sayap serangga yang bersisik. Ukuran serangga ini ada yang kecil dan ada yang besar. Jumlah sayapnya 4 buah dan tertutup dengan sisik. Badan dan kakinya juga tertutup sisik. Antenanya ada yang seperti sikat dan ada yang seperti benang. Bagian mulutnya saling berhubungan membentuk tabung. Bagian mulutnya dilengkapi alat untuk menggigit. Selain itu, serangga ini memiliki alat penghisap yang berbentuk seperti spiral.

Badan larva terdiri dari 13 segmen. Larva ini mempunyai 3 pasang kaki pada dada (thorax). Selain itu, biasanya ada 5 pasang kaki pada bagian perut (abdomen) yang disebut kaki semu (proleg). Tiap pasang kaki semu terikat pada segmen perut ke-6, ke-7, ke-8, ke-9, dan ke-12. Pada ujung kaki (proleg) terdapat semacam kait dari kitin.

Perkembangan Lepidoptera secara holometabola, yakni ulat menjadi pupa, kemudian menjadi kupu-kupu. Kupu-kupu yang kecil biasanya dikelompokkan dalam Microlepidoptera, sedangkan kupu-kupu yang besar dalam kelompok Macrolepidoptera.

Kupu-kupu ini ada yang sayapnya berbentuk atap menutupi tubuhnya jika istirahat (Heterocera). Ada pula yang sayapnya tegak lurus di atas badannya (Rhopalocera) jika istirahat. Kupu-kupu yang keluar malam biasanya disebut ngengat, sedangkan yang keluar siang disebut kupu-kupu. Biasanya sayap ngengat menutupi badannya jika istirahat.

Famili: Lasiocampidae Spesies: Trabala pallida

Gejala yang ditimbulkan pada tanaman yang terserang Trabala pallida yaitu daun digerigit tidak beraturan. Dapat menyerang jambu biji dan tanaman/ buah-buahan lain. Telur diletakkan berkelompok pada daun, larvanya terdapat garis kuning pada bagian dorsal dan kepala merah dengan garis kuning, sedangkan pupanya dilindungi kokon yang menyerupai tas dengan 2 tonjolan dan kokon melekat pada tangkai. Imago dari Trabala pallida berupa ngengat.

Comments are closed.